This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 10 November 2012

FILM HAFALAN SHALAT DELISA (2011)

Tanggal Rilis : 22 December 2011 (Indonesia)
Jenis Film : Drama
Diperankan Oleh : Nirina Zubir, Reza Rahadian, and Chantiq Schagerl.

Ringkasan Cerita FILM HAFALAN SHALAT DELISA (2011) :
FILM HAFALAN SHALAT DELISA (2011)Delisa (Chantiq Schagerl) gadis kecil kebanyakan yang periang, tinggal di Lhok Nga desa kecil di pantai Aceh, mempunyai hidup yang indah. Sebagai anak bungsu dari keluarga Abi Usman (Reza Rahadian), Ayahnya bertugas di sebuah kapal tanker perusahaan minyak Internasional. Delisa sangat dekat dengan ibunya yang dia panggil Ummi (Nirina Zubir), serta ketiga kakaknya yaitu Fatimah (Ghina Salsabila), dan si kembar Aisyah (Reska Tania Apriadi) dan Zahra (Riska Tania Apriadi).
26 Desember 2004, Delisa bersama Ummi sedang bersiap menuju ujian praktek shalat ketika tiba-tiba terjadi gempa. Gempa yang cukup membuat ibu dan kakak-kakak Delisa ketakutan. Tiba-tiba tsunami menghantam, menggulung desa kecil mereka, menggulung sekolah mereka, dan menggulung tubuh kecil Delisa serta ratusan ribu lainnya di Aceh serta berbagai pelosok pantai di Asia Tenggara
Delisa berhasil diselamatkan Prajurit Smith, setelah berhari-hari pingsan di cadas bukit. Sayangnya luka parah membuat kaki kanan Delisa harus diamputasi. Penderitaan Delisa menarik iba banyak orang. Prajurit Smith sempat ingin mengadopsi Delisa bila dia sebatang kara, tapi Abi Usman berhasil menemukan Delisa. Delisa bahagia berkumpul lagi dengan ayahnya, walaupun sedih mendengar kabar ketiga kakaknya telah pergi ke surga, dan Ummi belum ketahuan ada di mana
Delisa bangkit, di tengah rasa sedih akibat kehilangan, di tengah rasa putus asa yang mendera Abi Usman dan juga orang-orang Aceh lainnya, Delisa telah menjadi malaikat kecil yang membagikan tawa di setiap kehadirannya. Walaupun terasa berat, Delisa telah mengajarkan bagaimana kesedihan bisa menjadi kekuatan untuk tetap bertahan. Walau air mata rasanya tak ingin berhenti mengalir, tapi Delisa mencoba memahami apa itu ikhlas, mengerjakan sesuatu tanpa mengharap balasan. “Delisa cinta Ummi karena Allah”.

Informasi
[Quality : PPVRip]
[File Size : 360 MB]
[Format : Matroska >> mkv]
[Resolution : 720x320]
[Subtitles : Hardsub Malaysia]
[Source : PPVRip]


Jumat, 09 November 2012

Hallway RAID - Game The Raid 2012

Game ini adalah game yang terinspirasi oleh film The Raid yang sukses kemarin penayangannya. Game buatan anak Bandung ini diberi nama Hallway RAID, yaitu mengambil setting dimana di area tersebut sang tokoh di keroyok oleh banyak orang. Cara bermainnya adalah, anda harus meng-klik lingkaran-lingkaran yang tampak dengan cepat, maka adegan tersebut akan terus berjalan sehingga sang tokoh akhirnya menang. Secara grafik sudah bagus, namun belum ada efek nya, misalnya darah yang muncrat saat ditusuk belati, atau luka yang tidak tampak. Game ini bersifat portable dan ukuran file nya juga ringan (mirip game flash), game ini juga bisa disimpan di Flash Disk anda dan dimainkan di komputer manapun dengan spesifikasi rendah sekalipun.

16.7 MB
 

Angry Birds Rio

Angry Mario

Rabu, 07 November 2012

Tips Sebelum Menghadapi Ujian Akhir Semester

Selamat malam sobat malam hari ini azka akan memberi beberapa tips atau trik menghadapi Akhir akhir semester karna tinggal beberapa hari lagi kita akan menghapainya. Banyak Siswa / wi yang panik ketika Jadwal Ujian Akhir semakin mendekat, hal ini biasanya dihadapi oleh para Siswa / wi Baru yang akan menghadapi Ujian Akhir untuk pertama kalinya. azka mempunyai tips untuk para Siswa / wi yang akan menghadapi Ujian Akhir Semester agar sukses menempuh Ujian Akhir Semester :

1. Tandai Materi Ujian
Biasanya para Guruakan memberi 'clue' atau kisi-kisi tentang materi apa yang akan dibahas pada Ujian Akhir kali ini, yang kamu perlukan adalah menandai setiap bahan materi yang dijelaskan atau hanya disinggung oleh Guru kamu. Ini akan memudahkan kamu saat belajar untuk menghadapi Ujian.
 
2. Mengatur Jadwal Belajar
Hal ini perlu dilakukan atas kesadaran kamu sendiri, agar kamu bertanggung jawab untuk melakukan kegiatan belajar dengan sungguh-sungguh. Jadi, disaat kamu ada kepentingan lain di hari yang sudah kamu jadwalkan untuk belajar, kamu bisa mengurungkan niat untuk pergi dengan alasan kamu sudah mempunyai jadwal untuk belajar.
 
3. Jaga Kesehatan
Mungkin ini adalah point yang paling penting dalam hal apapun, karena jika kondisi kamu tidak fit, kamu tidak akan bisa berpikir atau melakukan hal apapun. Maka dari itu, kamu harus menjaga benar kondisi badan kamu menjelang Ujian Akhir, hindari makanan yang tidak bergizi, pikiran yang berlebihan, dan jajan di sembarang tempat.
4. Mencatat Ulang
 
Mencatat ulang catatan yang sudah pernah kamu catat, atau bahan yang sudah kamu tandai kemudian kamu tulis ulang merupakan salah satu cara efektif untuk menghafal materi ujian, karena secara tidak langsung kamu akan mengingat apa yang sudah kamu tulis, dan biasanya akan memudahkan kamu untuk mengingat kembali pada saat Ujian.
 
5. Break Time's
Selama Ujian Akhir berlangsung, pikiran kamu perlu refreshing dari materi yang diujikan. Luangkanlah waktu untuk sejenak menikmati tayangan di TV, olahraga renang, gym atau sekedar jalan-jalan di Mall yang akan merefresh pikiran kamu untuk dapat belajar dan menghafal kembali bahan yang akan diujikan pada esok harinya.
Selamat Ujian dan Semoga Sukses ya!.

Sumber : abiiklil.blogspot.com

Perjuangan Cinta

Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak: ada Cinta, Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik.

Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu.

Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki Cinta. Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu.
"Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!" teriak Cinta.
"Aduh! Maaf, Cinta!" kata Kekayaan, "Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini."

Lalu Kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya.

"Kegembiraan! Tolong aku!", teriak Cinta.
Namun Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta.

Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik. Tak lama lewatlah Kecantikan.

"Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!", teriak Cinta.
"Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini." sahut Kecantikan. Cinta sedih sekali mendengarnya.

Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itu lewatlah Kesedihan.
"Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu," kata Cinta.
"Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja..." kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya.

Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, "Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!"
Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi.

Pada saat itu barulah Cinta sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu. Cinta segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu.
"Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu." kata orang itu.
"Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku" tanya Cinta heran.
"Sebab," kata orang itu, "hanya Waktu lah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu ..."

Jumat, 02 November 2012

Bad Piggies for pc


Beberapa waktu lalu saya pernah posting Bad Piggies for Android. Nah, mumpung sekarang Bad Piggies untuk PC sudah keluar, jadi langsung saya bagikan saja. Seperti yang kita ketahui sebelumnya, Bad Piggies adalah Serial terbaru dari Rovio, selaku produsen Angry BirdsBad Piggies ini menceritakan bagaimana si 'babi-babi hijau' tersebut membangun sebuah kendaraan untuk menjalankan misi menggunakan material boks, roda hingga pompa. Yang paling menarik dari permainan ini adalah ketika Anda mengeksekusi kendaraan tersebut untuk bisa menjalankan kendaraan yang sudah anda rancang sendiri menggunakan material yang sudah disediakan.


BadPiggies[IDWS]

 
 
Sember: Bagas31

Corel Draw X6

Siapa sih yang tidak kenal dengan CorelDraw? CorelDraw adalah editor grafik vektor. Dengan aplikasi ini kita bebas berkreasi dalam hal desain, tool-tool yang lengkap serta Graphic User Interface yang sangat friendly itu yang membuatkan CorelDraw digemari oleh anak-anak Multimedia.

Sekarang CorelDraw sudah masuk ke versi X6 atau versi 16, di versi ini ada fitur-fitur baru seperti tampilan baru untuk Page Layout Tools, ada Multiple Tray, Web Design Creator, dan lain-lain yang bisa sobat lihat di sini

ScreenShot:
Ayo kembangkan kreativitas dan imaginasimu dengan CorelDraw Graphics Suite, jadi tunggu apa lagi? Segera di download.
 
CorelDraw X6
 
Keygen
 
Sumber: Bagas31

World Cup 2010: Penalty Shootout

Kadang pertandingan dimenangkan melalui tendangan penalti. Cetak gol kamu, bukan gol lawan!

 Cara Bermain:

Sebagai Penyerang:
Tekan Spasi untuk menetapkan arah, ketinggian dan daya tendangan kamu.

Sebagai Kiper:
Klik untuk menggerakkan kiper ke tempat gol bertanda X untuk memblokir tendangan.

Kalahkan skor lawan dan blokir tendangan penalti mereka agar bisa lanjut ke putaran berikutnya!






Full Screen

Kamis, 01 November 2012

GADIS PANTAI



Pengarang : Pramoedya Ananta Toer
Penerbit : Hasta Mitra, 1997
Tebal : 221 halaman

Gadis Pantai adalah novel terbaik Pramoedya. Novel dengan setting daerah Lasem (Jepara) awal abad 19 ini berkisah tentang seorang gadis nelayan berumur 14 tahun yang dibawa orangtuanya untuk dijadikan “wanita utama” seorang “Bendoro” atau priyayi yang masih bangsawan. Di rumah tersebut, yang juga dihuni oleh para agus atau anak-anak lelaki dari para wanita utama sebelumnya (yang telah tidak ada lagi), gadis pantai dilayani oleh seorang wanita pelayan tua, yaitu mbok, yang menghibur kesedihannya karena jauh dari orang tua. Kemudian pada suatu hari uang gadis pantai hilang, sehingga mbok meminta para agus tersebut untuk mengakui bila telah mencuri uang gadis pantai yang hilang. Namun sebagai akibatnya mbok tersebut diusir, meskipun agus yang terbukti mencuri pun diusir pula.
Pengganti si mbok adalah seorang perempuan muda, Mardinah, anak seorang juru tulis, yang disini disebut tergolong priyayi. Pada suatu hari ketika menjenguk orang tuanya di desa nelayan, Mardinah yang mengantarkan gadis pantai ke desanya beberapa waktu kemudian kembali lagi dengan empat orang laki-laki dan memaksa gadis pantai untuk ikut, seolah-olah diminta pulang oleh Bendoro. Namun orangtua gadis pantai yang curiga kemudian berpura-pura seolah kampung nelayan tersebut sedang diserang bajak laut dan Mardinah dan pengikutnya dibawa mengungsi ke tengah laut dengan perahu. Disana pengikutnya dibunuh dan Mardinah tidak diberi tempat tinggal sehingga terpaksa menikah dengan salah seorang penduduk yang dianggap tidak waras. Ternyata Mardinah bermaksud melenyapkan gadis pantai karena ia telah berjanji kepada bangsawan lain untuk menjodohkan sang Bendoro suami gadis pantai dengan putrinya, dengan imbalan ia menjadi istri kelima bangsawan tersebut. Selanjutnya gadis pantai yang kembali ke rumah Bendoro melahirkan seorang bayi. Namun setelah tiga bulan gadis pantai dipaksa pergi meninggalkan bayinya setelah ayahnya yang terkejut atas keputusan Bendoro tersebut diberi sejumlah uang pembeli perahu. Gadis pantai yang hancur hatinya akhirnya tidak bersedia pulang dan memilih untuk berpisah dengan ayahnya yang menjemputnya pulang. Ia ingin membawa dirinya sendiri, dan pergi ke kota mbok pelayannya dulu.
Perjalanan hidup gadis pantai selanjutnya tentu akan sangat menarik. Sayangnya kita tidak akan pernah tahu kisah selanjutnya, karena naskah buku ke dua dan ke tiga novel ini telah dibakar oleh Orde Baru. Sayang sekali, karena pengungkapan kisah gadis pantai dalam buku ini sangat indah dan mengharukan. Namun Pramoedya pernah menyatakan tidak mungkin akan menulis lanjutan novel ini, antara lain karena faktor usia.
Keberpihakan Pram pada masyarakat kecil dan sinisme pada kaum feodal memang sangat nyata dalam novel ini. Sang bangsawan digambarkan rajin beribadah, pencinta kebersihan, bahkan menyatakan bahwa kaum nelayan kurang beriman, kotor, sehingga miskin, dan berdosa karena tidak beribadah. Namun di sisi lain digambarkan bahwa di balik kesalehannya berupa kerajinan bersembahyang, menunaikan haji sebanyak dua kali dan menyumbang pembangunan mesjid atau pengajian, sang Bendoro adalah lelaki kejam yang gemar mempermainkan perempuan muda golongan miskin untuk kesenangannya sendiri, yaitu mengambilnya sebagai istri, mengusirnya begitu saja jika sudah bosan, dan mengambil anaknya dari ibunya tanpa belas kasihan,. Lebih buruk lagi, perempuan golongan ini pun (priyayi) ikut mendukung sistem yang merendahkan perempuan itu sendiri. Selain itu, golongan feodal dan priyayi ikut membantu penjajah dalam menindas rakyatnya sendiri. Demikian buruknya gambaran kaum feodal dan priyayi dalam novel ini, serta betapa sia-sianya ritual agama karena toh tidak mempengaruhi pembentukan moral yang baik, sebaliknya rakyat miskin tidak bersalah apa-apa. Bahkan beranak banyak pun dianggap wajar saja, karena nasibnya sudah demikian buruk sehingga tidak ada lagi yang dapat dilakukan untuk keluar dari nasib buruk tersebut.
Bagi mereka yang merasa tertindas, selalu bekerja keras namun tetap miskin, mengalami diperlakukan tidak adil, novel ini mungkin akan semakin menyadarkan ketidakberuntungan mereka dan dapat menimbulkan kebencian terhadap kaum priyayi atau golongan yang lebih beruntung. Namun di Indonesia kini, bukan hanya rakyat miskin yang merasa bernasib sial (terkutuk menurut istilah dalam novel ini), priyayi dan kaum terpelajar serta berada pun merasa terkutuk memiliki pemimpin dan pemerintahan yang luar biasa korup dan tak bermoral serta rakyat kebanyakan yang kepasrahan dan ketidakpeduliannya tak terkira (yang dalam kemiskinan parah tetap bereproduksi tanpa batas namun mengharapkan pemerintah menanggung kesehatan, pendidikan dan pekerjaan anak-anak yang sebenarnya sebagian bisa dicegah kelahirannya) sehingga negeri ini tidak henti dirundung berbagai permasalahan berat.
Di luar hal-hal di atas, novel ini mampu menggambarkan kehidupan rakyat jelata dan kondisi sosial pada awal abad 20 dengan sangat menarik, lancar dan mengharukan. Gaya penuturan Pram yang wajar, realistis dan mengalir menghidupkan novel ini dan mengesankan pembacanya. Saya sungguh sedih dan menyesal harus mengakhiri membaca novel ini tanpa bisa mengetahui kelanjutan kisahny.